Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pemuda Randuasri Bersatu (PERABU). Pada Jumat, 21 Agustus 2026, salah satu anggota terbaiknya, Yasito—yang akrab disapa Boska—telah mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Nanda Srengat, Kabupaten Blitar, setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.
Perjuangan almarhum melawan penyakitnya memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Dua tahun lalu, tepatnya pada bulan Agustus, Yasito sempat terhitung pulih setelah membaik dari serangan stroke. Namun, takdir berkata lain. Pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, rekan-rekan dan saudara dari PERABU yang berkunjung ke kediamannya mendapati kondisi Yasito dalam keadaan kritis akibat serangan stroke mendadak.
Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga dan rekan-rekan segera melarikannya ke Rumah Sakit Wava Husada untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Seiring berjalannya waktu dan melihat kondisi kesehatan yang belum membaik, almarhum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Nanda Srengat, Kabupaten Blitar, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Berpulangnya Yasito menyatukan seluruh anggota PERABU dalam rasa kehilangan yang mendalam. Almarhum dikenal sebagai pribadi dan sahabat yang senantiasa membawa kehangatan di tengah-tengah kebersamaan organisasi.
"Selamat jalan, Yasito / Boska. Terima kasih atas dedikasi, kebaikan, dan kebersamaan yang telah terukir manis. Kami segenap Keluarga Besar Pemuda Randuasri Bersatu (PERABU) turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala hilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan dan kesabaran."